Rusli juga menggarisbawahi posisi PMII terhadap kekuasaan. Menurutnya, PMII adalah organisasi yang bergerak atas dasar nilai, bukan kepentingan kekuasaan semata.
Meski tidak anti terhadap politik, PMII secara tegas menolak praktik politik yang mengorbankan integritas.
”PMII harus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual. Kita harus kritis terhadap kekuasaan, namun tetap konstruktif dalam menawarkan solusi bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui orientasi kerja ini, diharapkan seluruh pengurus mampu memahami peran struktural masing-masing untuk menciptakan program kerja yang adaptif, kritis, dan transformatif bagi kebutuhan kader maupun masyarakat luas.
Acara ini juga diperkuat dengan pemaparan materi dari sejumlah tokoh penting, diantaranya Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Fraksi PKB Acep Jamaludin, Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Aceng Malki, Anggota DPRD Jawa Barat Taufik Nurrohim, serta pengurus KOPRI PMII Nidzom Fikri.










