“Jadi kita berpikir yang paling berat boleh jadi ada pembatasan pembuangan sampah ke TPA. Ini momentum yang harus kita upayakan agar kita bisa menekan produksi sampah dari rumah kita. Jadi masyarakat pun menunggu untuk bergerak dengan kondisi saat ini. Tinggal bagaimana sistematika kerja kita lebih matang lagi,” katanya.
Kondisi saat ini juga menjadi momentum untuk mengupayakan secara masif program Kang Pisman yang telah lama digaungkan.
“Di balik musibah selalu ada hikmah. Dengan Kang Pisman, kita mempersiapkan jauh lebih awal untuk bisa mengelola sampah. Kita gerakkan program Kang Pisman sampai betul-betul setiap rumah menerapkan program ini. Selanjutnya, sebagai insan beragama, ini menjadi ujian kesekian. Kita memperbanyak istighfar. Memohon kepada Allah supaya diturunkan hujan, supaya api di Sarimukti segera padam,” ujarnya.













