Persimpangan yang terkenal dengan kemacetan itu di antaranya persimpangan Kiaracondong-Jalan Soekarno-Hatta, kemudian juga di titik lain seperti simpang Kopo, Moh. Toha, Buahbatu, Pasteur, Ahmad Yani, Jalan Suci, dan ruas jalan lainnya.
Jika memang diperlukan, kata Tedy, Dishub Kota Bandung juga bisa segera melakukan simulasi rekayasa lalu lintas. Selain menambah ruas untuk direkayasa, Dishub bisa mengevaluasi keberhasilan rekayasa lalu lintas yang pernah diterapkan sebelumnya.
“Seperti putaran (u-turn) di bawah fly over Kopo yang disebut-sebut berhasil mengurangi kemacetan. Coba dihitung efektifitasnya, apakah bisa berlanjut demikian atau kembali menjadi persimpangan? Itu hal yang sepertinya sederhana tetapi harus ditangani optimal,” katanya.













