Berkaitan dengan Pemilu 2024, kata Taufiq, telah ditetapkan Rp1,4 triliun pada APBD 2024 Provinsi Jabar untuk operasional pemilihan. Untuk itu ada potensi ekonomi yang bisa dimaksimalkan untuk menambah pendapatan masyarakat dan regional.
“Ini (bisa dimanfaatkan) menjadi bagian dari proses pertumbuhan ekonomi tahun depan,” katanya.
“Begitu juga kabupaten kota, paling tidak sudah mengganggarkan lebih dari Rp10 triliun untuk pilkada ini,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi perwakilan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Bambang Pramono mengatakan, Jabar pada 2023 mampu mempertahankan kinerja ekonomi positif dan menopang ekonomi nasional.
“Perekonomian Jawa Barat tetap tumbuh positif pada triwulan III/2023
sebesar 4,57 persen (yoy) didorong oleh konsumsi rumah tangga, realisasi investasi,” ujar Bambang












