Sena juga menambahkan, bahwa hubungan antara prajurit Badak Hitam dan warga Distrik Malagai sudah terjalin sebagai keluarga besar yang saling mendukung, terutama di saat-saat sulit seperti ini. Oleh karena itu, ia dan prajuritnya juga merasa kehilangan atas kepergian Erson Weya.
“Kami merasa kehilangan juga. Beliau adalah sosok yang sangat dihormati, bukan hanya oleh warga, tapi juga oleh kami di Pos Malagai. Keteladanannya dalam membina masyarakat menjadi inspirasi bagi semua,” ungkapnya.
Kehadiran prajurit Badak Hitam dalam momen duka ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan TNI di Papua bukan hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menanamkan empati dan kepedulian, serta mempererat ikatan kebersamaan. (Red).













