Sebanyak 7,2 ton gabah berhasil diserap dan disalurkan ke Bulog Trenggalek. Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata, bahwa sinergi antara TNI dan petani mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.
“Sebagai Babinsa, saya tidak pernah lelah dan tidak akan menyerah dalam mendampingi petani. Ini bentuk pengabdian kami kepada negara, demi kedaulatan pangan yang berkelanjutan,” tegas Serda Yusuf, dengan mata yang memancarkan semangat meski tubuhnya lelah.
Dengan seragam loreng yang mulai kusam oleh lumpur sawah, Serda Yusuf tampak sigap memindahkan karung demi karung gabah. Di tengah dinginnya malam pedesaan, hanya penerangan sederhana yang menemani, namun semangat pengabdian yang ia bawa jauh lebih terang dari cahaya lampu.













