Dengan demikian, ia mengemukakan, semua umat muslim bisa Naf’ul Lilghoiri, bermanfaat bagi orang lain kapanpun dan di manapun. Hanya saja perbuatan baik tersebut harus didasari oleh niat yang ikhlas, yaitu semata karena mencari ridho Allah SWT, bukan karena riya, ingin dipuji bahkan hanya pencitraan semata.
Karena berbuat baik tanpa keikhlasan tidak akan mendapkan ganjaran pahala dari Allah, dan amalan yang disertai riya yaitu “amalubirri li ajlinnas” akan memumupuk sifat dan akhlak tercela (akhlaqu al-mazmumah) yaitu akhlak buruk yang sangat berbahaya. “Beberapa contoh akhlakul mazmumah yaitu sifat kemunafikan, ujub, sombong, iri, dengki, hasud dan sifat-sifat tercela yanh dapat mendatangkan mudharat bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.













