KAB. BANDUNG || bedanews.com — Usai melaksanakan Solat Maghrib berjamaah, Rabu 17 Desember 2025, di Mesjid Al Hidayah, seorang lelaki paruh baya datang menghampiri, beliau mengaku bernama Yusuf dari Pakidulan, tapi tidak dijelaskan nama kampung, desa, kecamatan, dan provinsinya.
Kang Yusuf nama panggilannya menuturkan, banyak kaum muslimin dan muslimat di zaman sekarang lebih percaya dokter yang bisa menyembuhkan penyakit dari Ridho Alloh yang dijelaskan dalam Hadist dan Al Qur’an. “Ini sebuah fenomena yang tidak dipungkiri,” katanya sambil mengusap jenggot putihnya.
Padahal dalam ajaran Islam sudah ada penjelasanan dan terdapat keyakinan juga dalil yang menyatakan bahwa sedekah dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar non-medis untuk penyembuhan penyakit. Sedekah dipandang sebagai sarana spiritual yang dapat mendatangkan pertolongan dan rahmat Allah SWT.
Selanjutnya Kang Yusuf menjelaskan, kalau sedekah bisa mengobati penyakit ini ada tersirat pada Hadis Rasulullah SAW dalam salah satu dalil yang paling sering dirukuk, “Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah” (HR. Abu Dawud dalam kitab Marasil Abi Daud No. 105).
Sedekah juga diyakini dapat mencegah 70 macam musibah, dan yang paling ringan adalah penyakit kulit lepra. Ini menunjukkan fungsi protektif sedekah dari berbagai bencana, termasuk penyakit. Tentu saja sedekah pula dapat menjadi sarana penghapus dosa berupa menderitanya penyakit bisa jadi merupakan hukuman atas dosa-dosa yang diperbuat. Sedekah berfungsi sebagai penghapus dosa (kaffarah), sehingga dengan terhapusnya dosa, penyebab penyakit juga bisa hilang, atau diringankan sakitnya.
Bila diakumulasikan sedekah merupakan penyembuh dari segala penyakit. Keyakinan ini berlaku untuk segala jenis penyakit, baik fisik maupun mental, karena kesembuhan mutlak berada di tangan Allah.
Lalu bagimana dengan Sedekah untuk Pengajian, ini adalah merupakan bagian dari amal jariyah dan mendukung syiar Islam, adalah perbuatan mulia. Niat bersedekah untuk kesembuhan, meskipun ditujukan untuk kegiatan pengajian, tetap sah dan insyaallah diterima, asalkan niat utamanya ikhlas karena Allah SWT.
Kang Yusuf bangkit dari duduknya, lalu berlalu pergi setelah terlebih dahulu mengucapkan salam kepada semua jamaah.***










