Keberhasilan ini tidak terlepas dari penerapan teknologi directional drilling menggunakan rig milik PT. Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) berkekuatan 700 horse power, yang mencapai kedalaman akhir hingga 1.545 meter untuk menyasar target reservoir yang optimal.
Kunci utama keberhasilan penemuan ini terletak pada strategi pemetaan ulang lapisan reservoir dengan mengintegrasikan data statik dan dinamik secara komprehensif.
Tim Subsurface Development & Planning Zona 9 melakukan identifikasi terhadap area reservoir yang belum terkuras, khususnya pada lapisan batu pasir B08 di kedalaman 650-670 meter measured depth (mMD).
Pendekatan baru ini terbukti efektif dalam menemukan cadangan minyak yang sebelumnya ditinggalkan karena alasan produksi kumulatif yang sudah masif di masa lalu.










