“Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata keberpihakan negara terhadap masa depan generasi bangsa. Kami ingin memastikan tidak ada anak yang belajar dalam kondisi lapar,” ujar AKBP Samel.
Ia menambahkan, pembangunan SPPG tersebut dirancang dengan standar yang presisi guna menghasilkan layanan yang optimal dan berkelanjutan.
“Untuk menghasilkan output yang unggul, prosesnya harus presisi. Karena itu, SPPG ketiga ini kami hadirkan dengan standar dapur profesional menggunakan peralatan Nayati setara hotel berbintang lima, agar kualitas pengolahan makanan terjaga maksimal,” katanya.
Selain itu, aspek ramah lingkungan menjadi perhatian utama. Fasilitas tersebut telah dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang memadai sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekitar.













