Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Program ini dapat menciptakan lapangan kerja baru di sektor dapur umum, serta melibatkan nelayan, peternak, dan pelaku UMKM lokal. Selain itu, MBG juga mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan seperti pengurangan kelaparan dan peningkatan akses pendidikan,” jelasnya.
Terkait pendanaan, Achmad Ru’yat menjelaskan bahwa pengelolaan program akan dilakukan secara terpusat oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemanfaatan dana operasional pendidikan untuk fasilitas pendukung.
Ia juga menekankan nilai strategis program ini bagi masa depan bangsa. “Makan Bergizi Gratis bukanlah sekadar biaya, melainkan investasi sumber daya manusia. Suksesnya program ini adalah penentu kualitas masa depan Republik Indonesia,” tegasnya.












