“Pelaksanaan MBG bukan hanya untuk menekan angka kekurangan gizi, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat dalam penyediaan bahan makanan,” ungkap Khudori.
Dari sisi tenaga kesehatan, Ratih Puspitaningtyas, Kepala Instalasi Gizi RSUD Iskak Tulungagung, menyoroti pentingnya edukasi gizi sejak usia dini. Ia menjelaskan bahwa pola makan sehat tidak hanya soal kenyang, tetapi juga tentang keseimbangan dan keberagaman zat gizi.
“Makanan yang bergizi akan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Karena itu, edukasi tentang pola konsumsi pangan yang seimbang harus dimulai dari rumah tangga,” tutur Ratih.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Tulungagung semakin memahami esensi dari program MBG serta ikut berperan aktif dalam menyukseskan upaya pemerintah membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.













