“Program MBG tidak berhenti pada pembagian makanan, tetapi juga membangun kesadaran. Edukasi seperti konsep Isi Piringku menjadi kunci agar masyarakat mampu memahami pentingnya keseimbangan gizi dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan MBG harus dimaknai sebagai perjuangan bersama, di mana edukasi, lingkungan bersih, dan pola asuh yang tepat menjadi bagian dari strategi komprehensif untuk melahirkan generasi tangguh.
Senada, Staf Ahli Administrasi DPR RI, Ahmad Sanukri, mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam mengawal program ini. “Kesadaran masyarakat adalah energi utama dalam program MBG. Makan bergizi bukan hanya urusan dapur, tapi juga urusan masa depan bangsa,” katanya.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat Serang diharapkan semakin memahami bahwa pemenuhan gizi seimbang bukan sekadar rutinitas, melainkan gerakan nasional menuju Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing Indonesia yang siap menyongsong masa depan sebagai Generasi Emas 2045.












