“Program ini bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi langkah strategis membangun fondasi bangsa. MBG memastikan anak-anak sekolah mendapat asupan gizi seimbang, terutama di wilayah rawan pangan. Kami di Komisi IX berkomitmen mengawal kebijakan ini agar tepat sasaran, memenuhi aspek keamanan pangan, dan mendorong regulasi lintas sektor yang memperkuat pelaksanaannya,” ujar Muh Haris saat sosialisasikan program MBG di Balai Diklat Keagamaan Semarang, pada Sabtu, (18/10).
Sementara itu, Dokter Ahli Madya, Annta Kern Nugrohowati, menyoroti pentingnya program MBG dalam mengubah perilaku makan anak sekolah. Gizi yang baik merupakan langkah utama dalam upaya melahirkan generasi yang cerdas, dan sehat untuk masa yang akan datang.
“Persoalan gizi bukan sekadar urusan kesehatan, tapi isu pembangunan manusia. Masih banyak anak sekolah yang tidak sarapan, jarang mengonsumsi sayur dan buah, serta memilih jajanan tidak sehat. MBG hadir untuk mengoreksi kebiasaan ini, agar anak-anak tumbuh sehat, fokus belajar, dan memiliki prestasi lebih baik,” jelasnya dengan nada serius.











