“Program makan bergizi gratis ini bukan sekadar memberikan makanan secara cuma-cuma, melainkan investasi jangka panjang bagi bangsa. Anak-anak yang sehat hari ini adalah pemimpin tangguh di masa depan. Investasi terbesar bangsa bukan hanya pada infrastruktur fisik, tapi juga pada kualitas manusia,” ujarnya.
Delia menambahkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan kegiatan sosialisasi MBG sebagai awal dari gerakan nasional dalam menekan angka stunting dan memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal karena gizi.
Sementara itu, Rahma Dewi Auliyasari dari BGN menyoroti pentingnya pelaksanaan program MBG dengan standar operasional yang baik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni pemenuhan gizi sejak dini.













