Menurutnya, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan di bidang gizi dan sosial ekonomi, seperti angka stunting yang masih tinggi, ketidakstabilan ekonomi, serta persoalan kemiskinan. Karena itu, MBG hadir sebagai solusi terintegrasi yang menyasar berbagai sektor.
“Program ini tidak hanya menyentuh bidang gizi, tetapi juga berdampak pada bidang pendidikan, ekonomi, dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Yahya menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah dan warga, tujuan program untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak serta memperkuat daya saing generasi muda dapat tercapai.
Ia berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.











