Ia juga memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan, seperti kebutuhan penambahan dapur sehat, peningkatan kualitas distribusi makanan, pemanfaatan bahan pangan lokal, serta penguatan partisipasi masyarakat dan sektor swasta.
Kemudian, Korwil Kolaka, Nurul, menjelaskan secara teknis peran Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjalankan program ini. Ia menerangkan tugas BGN dalam koordinasi, kebijakan teknis, penyediaan, penyaluran, pemantauan, hingga pengawasan pemenuhan gizi nasional.
Ia juga menyoroti sasaran program yang mencakup peserta didik dari berbagai jenjang, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui.
“Tujuan besar MBG adalah meningkatkan asupan dan pengetahuan gizi masyarakat. Kami ingin memastikan semua proses berjalan sesuai standar, mulai dari validasi data, koordinasi SPPG dengan sekolah, hingga pengelolaan distribusi yang tepat sasaran,” ujar Nurul.










