“Program ini dirancang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Setiap dapur SPPG dapat menyerap kurang lebih 47 tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Selain itu, SPPG juga harus bekerja sama dengan petani lokal, peternak, dan UMKM dalam penyediaan bahan pangan,” tambahnya.
Program MBG dirancang untuk memastikan akses makanan bergizi, menurunkan angka stunting dan anemia, meningkatkan performa belajar anak, serta menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, peternak, dan pelaku UMKM.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya gizi seimbang serta dapat mendukung implementasi program MBG sebagai langkah nyata menuju generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.













