Yusak juga menekankan pentingnya asas keadilan dalam pelaksanaan program ini, serta menyarankan agar bahan baku makanan bergizi diambil dari petani lokal Manokwari untuk menunjang perekonomian masyarakat.
“Kami berharap dapur makanan bergizi gratis bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Distrik Masni,” tambahnya.
Perwakilan BGN, Suhud, menjelaskan bahwa program MBG akan menyasar berbagai kelompok penerima manfaat seperti anak-anak usia dini, pelajar dari berbagai jenjang, santri, anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Ia menyampaikan bahwa ada tiga model dapur yang akan mendukung pelaksanaan program ini, yakni:
- Dapur Mandiri – Dibangun oleh swasta atau masyarakat yang bermitra dengan BGN.
- Dapur Mitra – Dikerjasamakan antara BGN dan pemerintah daerah.
- Dapur BGN – Dibangun dan dioperasikan langsung oleh BGN.
Setiap dapur dirancang untuk melayani sekitar 3.500 penerima manfaat per hari, dengan dukungan tenaga profesional seperti kepala dapur, ahli gizi, dan akuntan, serta para relawan yang dibiayai oleh BGN.












