“Indonesia termasuk negara yang paling komprehensif dalam cakupan program ini. Kita menyasar dari ibu hamil, menyusui, balita, hingga siswa SMA,” jelas Herry.
Ia juga mengajak pemerintah daerah dan dunia usaha untuk berpartisipasi dalam penyediaan lahan dan dukungan logistik.
Perwakilan dari Puskesmas Bagan Batu, Rika Sriwahyuni Sinaga, mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam memantau asupan anak, termasuk memperhatikan potensi alergi makanan.
“Program MBG bukan sekadar makan gratis, tapi strategi pemerintah menciptakan generasi sehat, unggul, dan bebas stunting,” tegasnya.
Ia juga menyebut MBG sebagai hasil kolaborasi lintas sektor antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah, dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.











