“Program MBG melibatkan banyak pihak, mulai dari pelaksana lapangan (SPPG), tenaga kesehatan dan kependidikan, pemerintah, orang tua, hingga petani lokal. Dampaknya tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan gizi anak (sekitar 20–30% kebutuhan kalori harian), tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi daerah dan kebiasaan makan sehat jangka Panjang,” jelas Yasmien.
Ia juga menyampaikan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membentuk pola makan anak. Kebiasaan makan sehat, edukasi melalui contoh, dan keterlibatan anak dalam menyiapkan makanan merupakan bagian dari strategi besar program ini untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan mandiri.
Menanggapi program MBG, Lurah Pulau Suriati menegaskan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat setempat mendukung penuh inisiatif Presiden RI melalui program MBG yang bertujuan membentuk generasi sehat, cerdas, dan tangguh.













