Sementara itu, Ketua Regional BGN Provinsi Bali, Risca Christina, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memastikan program berjalan optimal.
Ia menegaskan bahwa MBG tidak bisa berdiri sendiri tanpa keterlibatan aktif orang tua, lembaga pendidikan, serta komunitas lokal.
“Kami melihat Buleleng memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pelaksanaan program ini. Selain meningkatkan pemahaman gizi, program ini juga membuka peluang bagi penguatan ekonomi lokal karena bahan pangan dapat diambil dari para produsen setempat. Dengan demikian, manfaatnya hadir secara ganda: kesehatan terjaga, ekonomi masyarakat ikut bergerak,” jelasnya.
Sosialisasi Program MBG di Buleleng menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh lapisan masyarakat memahami pentingnya gizi seimbang. Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut sehingga pelaksanaan program tidak hanya berjalan administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.













