Obon menyoroti adanya korelasi antara asupan makanan dengan tingkat kecerdasan (IQ) anak. Ia menilai pemenuhan gizi seimbang sangat penting untuk mempersiapkan anak-anak Indonesia menghadapi persaingan global di masa mendatang.
Selain itu, ia juga mengkritisi pola makan masyarakat yang masih berorientasi pada nasi sebagai satu-satunya sumber karbohidrat.
Padahal, menurutnya, terdapat banyak alternatif pangan lokal seperti sorgum, ubi, jagung, dan sumber karbohidrat lainnya yang tidak kalah bergizi.
“Saya kalau belum makan nasi dibilangnya belum makan. Padahal sumber makanan lain banyak dan sama-sama baik,” ujarnya.
Ia juga menyinggung temuan kasus penyakit gula pada anak-anak akibat pola makan yang kurang tepat, sehingga edukasi mengenai gizi seimbang dinilai sangat penting.













