Ia juga mengajak lembaga legislatif, eksekutif, serta pemerintah daerah untuk bersinergi menyukseskan program ini.
“Salah satu tujuan dari program ini adalah mengurangi angka stunting dan membantu pemenuhan gizi masyarakat, mulai dari ibu hamil hingga pelajar,” ujar Ravindra.
Ravindra juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Bogor saat ini terdapat 21 Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), namun jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan agar cakupan program MBG lebih luas dan merata.
Sementara itu, Asisten Deputi Promosi & Kerja Sama BGN, Muh Zaitun Ardhi, memaparkan visi-misi BGN dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Ia menjelaskan bahwa MBG telah disusun sesuai standar kebutuhan gizi harian dan ditujukan bagi peserta didik maupun non-peserta didik.











