Ia menambahkan, sinergi antara DPR RI dan Badan Gizi Nasional diharapkan dapat memperkuat edukasi masyarakat mengenai gizi serta memperluas jangkauan program hingga ke pelosok daerah.
Sementara itu, Letkol CBA Bagja Mulia, selaku Analis Kebijakan Ahli Muda dari Direktorat Penyaluran Wilayah I BGN, menekankan bahwa MBG tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap perekonomian lokal.
“Program ini tidak sekadar memberi makanan bergizi. MBG akan menggerakkan ekonomi daerah karena dapur program membutuhkan bahan pangan dari petani, nelayan, dan peternak lokal. Dengan begitu, roda ekonomi masyarakat ikut berputar,” jelasnya.
Menambahkan, Indra Wahyudi, sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut, turut memberikan pemaparan tentang pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil, bayi, dan anak-anak.













