“MBG bukan hanya soal memberi makan gratis, tetapi memastikan kualitas gizi terbaik bagi anak-anak kita,” katanya.
Akmal juga menekankan pentingnya tenaga ahli gizi dalam penyelenggaraan layanan, sesuai Surat Edaran Kepala BGN Nomor 6 Tahun 2025. Ia menambahkan bahwa program ini terbukti memberikan dampak positif, seperti meningkatnya kehadiran siswa dan berkurangnya beban orang tua. Bahkan, respons antusias datang dari siswa melalui “surat cinta” berisi harapan dan dukungan terhadap keberlanjutan program.
Kmudian perwakilan Badan Gizi Nasional, Teguh Supangardi menekankan bahwa MBG adalah bagian dari upaya besar memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Program ini tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi menggerakkan ekonomi lokal melalui pemanfaatan pangan daerah,” ujarnya.











