“Ada empat konsentrasi pencegahan terhadap berlangsungnya pemilu, yakni informasi hoaks atau informasi bohong, politik uang, politisasi SARA (suku, agama, ras dan antar golongan), dan ketidaknetralan ASN,” kata Rosalina sekaligus berpamitan untuk bertugas diluar Kota Cimahi.
Kejari berharap dalam pencegahan tersebut semuanya bisa dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan lintas stakeholders, tandasnya.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Cimahi, Carlo Romulo Lumbanbatu, SH., MH. memaparkan beberapa kasus yang erat kaitan dengan informasi hoaks, salah satunya kejadian Ratna Sarumpaet yang infomasi mendapat tindakan kekerasan, namun setelah ditelusuri ternyata wajah Ratna baru saja dioperasi.
”Bisa jadi, potensi pemilu tahun 2024 akan banyak tersiar informasi Hoaks yang jauh meningkat, sebab itu perlu dilakukan mitigasi kerawanan pemilu,” ujar Carlo.













