Dari sisi pelaksanaan, Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional Anyelir Puspa Kemala, menyoroti tantangan informasi yang marak di media sosial. Penggunaan jaringan sosial perlu diperhatikan dan lebih teliti kembali agar terhindar dari pemberitaan atau informasi yang tidak benar mengenai MBG.
“Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat harus lebih bijak dalam menyikapi berbagai berita, terutama yang menyesatkan terkait program MBG. Hoaks dapat merusak kepercayaan publik dan menghambat keberhasilan program yang sejatinya dirancang untuk kepentingan bersama,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan MBG membuka peluang ekonomi baru melalui partisipasi masyarakat, seperti pembentukan dapur-dapur lokal MBG yang bisa menumbuhkan kerja sama dan kemandirian komunitas.












