Heru juga menyampaikan bahwa Program MBG mengadopsi praktik baik dari negara-negara maju seperti Jepang dan Australia, yang telah menjalankan program serupa selama puluhan tahun sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain berdampak pada kesehatan dan pendidikan, program ini dinilai memiliki efek ekonomi langsung. Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diyakini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Satu unit SPPG diperkirakan dapat mempekerjakan sekitar 50 orang, sehingga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja baru di daerah.
Melalui sosialisasi ini, Heru berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung dan mengawal pelaksanaan Program MBG agar berjalan konsisten, tepat sasaran, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi penerus bangsa.












