Mariana menegaskan, program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
“Program MBG bukan sekadar memberikan makanan. Program ini juga mendorong perputaran ekonomi di daerah. Setiap dapur SPPG mempekerjakan sekitar 47 orang dari masyarakat sekitar, mayoritas ibu-ibu rumah tangga. Dengan demikian, selain membantu pemenuhan gizi anak, program ini juga membuka lapangan kerja dan menambah penghasilan keluarga,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa program ini membuka peluang bagi petani, peternak, dan pelaku usaha lokal untuk menjadi pemasok bahan pangan.
“Selain itu, program MBG membuka peluang bagi peternak, petani, dan pelaku usaha lokal untuk menjadi pemasok bahan pangan. Dengan pola ini, manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar dapur SPPG,” tambahnya.













