Dikatakan LaNyalla, meski banyak yang mengatakan BOP akan dikendalikan Ketua BOP, Donald Trump dan Pengaruh, PM Israel Benyamin Netanyahu, namun Presiden sudah menjelaskan bahwa, 8 negara berpenduduk mayoritas muslim (termasuk Indonesia di dalamnya) sudah dua kali bertemu dan membahas bagaimana sikap dan posisi mereka di dalam BOP.
“Tujuannya tentu untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Untuk jangka pendek hentikan pembunuhan rakyat Gaza dan buka akses pintu masuk bantuan kemanusiaan. Itu dulu. Dan Presiden juga pragmatis, jika itu saja gagal, tentu Indonesia dan 7 negara muslim lain bisa menarik diri atau keluar dari BOP,” urai Ketua DPD RI ke-5 itu.
Seperti diberitakan, Presiden Prabowo dalam penjelasannya kepada para Mantan Menlu dan pegiat diplomasi menyampaikan tiga poin penting. Yaitu: Indonesia dan 7 negara muslim lainnya, wajib menjadi kekuatan penyeimbang di dalam BOP, guna memastikan kebijakan yang adil dan berpihak pada kepentingan rakyat Palestina. Partisipasi Indonesia dalam Board of Peace merupakan hasil konsultasi erat dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Islam, termasuk Arab Saudi, Turki, Mesir dan Yordania.











