“Kami berharap melalui SJI ini, wartawan Sumut bisa menghasilkan karya berkualitas dan bahkan meraih penghargaan bergengsi seperti Anugerah Adinegoro,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa, SJI Sumut tidak hanya terbuka bagi anggota PWI, tetapi juga bagi wartawan dari luar organisasi.
Dengan demikian, program ini bersifat inklusif dan memberikan kesempatan luas untuk belajar bersama, tanpa memandang latar belakang.
Dalam pelatihan ini, sebanyak 40 wartawan terpilih dari Sumut ikut serta, meskipun awalnya kuota hanya untuk 35 peserta.
“Mereka beruntung bisa mengikuti program ini secara gratis, yang biayanya mencapai 7 juta rupiah per orang,” jelas Farianda Putra Sinik.
Selain mendapatkan sertifikat, para peserta juga akan berkesempatan mengikuti kompetisi karya jurnalistik Adinegoro.













