“Musim kemarau memang sudah mulai dirasakan oleh sebagian besar para petani, banyak lahan sawah miliknya mengalami kekeringan. Oleh karenanya, sebagai alternatif kami memanfaatkan mesin pompa air untuk menyedot air dari sungai dan dialirkan ke sawah,” ujarnya.
Lebih dari itu dirinya juga berharap, dengan adanya program pompanisasi ini, para petani dapat secara maksimal melakukan budidaya tanaman padi. Dimana sebelumnya dalam satu tahun panen satu kali, sekarang bisa panen dua hingga tiga kali.
“Saya yakin dan percaya dengan tekad dan semangat para petani yang tak kenal lelah dalam mengolah lahan sawahnya, nantinya dapat memberikan hasil panen yang optimal dan berkualitas, sehingga berdampak bagi kesejahteraannya yang juga semakin meningkat,” ungkapnya.











