“Dengan membaca Al-Quran, dzikrullah, dan sholawat yang dilakukan secara terus menerus, disiarkan di mushala, radio, dan televisi, Brunei Darussalam telah dilindungi dan dijauhkan dari sebaran virus Corona. Ini karena kita sebagai Muslim sepenuhnya percaya bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang bisa menyembuhkan penyakit,” lanjutnya.
Data Kementerian Kesehatan Brunei menyebutkan, selama pandemi COVID-19 merebak negara itu mencatatkan hanya 250 kasus dengan tiga kematian. Ini menjadi angka terkecil di dunia, meski memang penduduknya hanya berkisar 500 ribu jiwa.
Upaya rohani tanggulangi COVID-19. Selain upaya medis, aspek psikologi berperan penting dalam penanggulangan dan
pengobatan COVID-19, baik bagi pasien, tenaga kesehatan, maupun masyarakat umum. Kesehatan psikologis itu bisa dicapai dengan pendekatan rohani (keagamaan).













