Arak-arakan budaya tersebut, kemudian menuju makam Ki Ageng Menak Sopal untuk melaksanakan do’a bersama dan ziarah makam. Ki Ageng Menak Sopal dikenal sebagai tokoh yang berjasa dalam pembangunan saluran pengairan Dam Bagong pada masa lampau. Hingga kini, masyarakat Trenggalek masih menjaga tradisi penghormatan kepada tokoh leluhur tersebut sebagai bagian dari warisan budaya daerah.
Bupati Trenggalek, Moch. Nur Arifin mengatakan, tradisi Nyadran Adat Bersih Dam Bagong merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa membangun wilayah Trenggalek. Menurutnya, tradisi budaya seperti ini penting dijaga karena mengandung nilai sejarah, gotong-royong dan kebersamaan masyarakat.
“Kegiatan ini adalah rasa hormat kepada para pendahulu yang sudah berjasa di wilayah Trenggalek sehingga bisa sampai sekarang ini,” ujar Moch. Nur Arifin di sela kegiatan.










