“Patroli ini adalah wujud komitmen bersama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kami ingin memastikan wilayah tetap dalam keadaan aman, sekaligus mencegah potensi pelanggaran hukum maupun gangguan ketertiban,” ujar Letda Anom Jatmiko di sela kegiatan.
Ia menambahkan, kolaborasi antara TNI, Polri dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam membangun rasa aman di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, aparat menyisir sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas. Titik-titik tersebut antara lain Terminal Bus Trenggalek, Pasar Pon Trenggalek, serta Alun-Alun Trenggalek yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, khususnya saat malam hari hingga menjelang sahur.
Selain melakukan pemantauan situasi, petugas juga memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerawanan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas. Pendekatan persuasif ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga keamanan lingkungan.










