“Kami merasa sangat terbantu. Selain semangat gotong royong, mereka juga memberikan bimbingan teknis agar kami bisa menanam lebih efektif dan efisien,” ungkapnya.
Hasil panen kali ini dinilai menggembirakan. Meskipun lahan yang digunakan merupakan lahan tadah hujan, para petani berhasil meningkatkan produktivitas dibandingkan musim sebelumnya. Keberhasilan ini tidak lepas dari pola tanam yang menyesuaikan kondisi cuaca serta pendampingan intensif dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas selama proses bercocok tanam.
Program ketahanan pangan yang digagas TNI–Polri, sejatinya merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengantisipasi potensi krisis pangan global.
Melalui pendampingan di tingkat Desa, aparat berupaya memastikan ketersediaan bahan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. Sinergi seperti ini juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan gotong-royong antara aparat dan warga Desa.











