“Seluruh personel akan kami tempatkan di sejumlah titik rawan, termasuk area utama kegiatan di SMA Kauman serta akses menuju kota, wilayah selatan, timur dan utara. Semua titik tersebut telah kami petakan,” jelas Kapolres.
Selain itu, untuk meminimalisir potensi gangguan dari luar daerah, pihak kepolisian akan melakukan penyekatan di beberapa titik perbatasan. AKBP Taat Resdi mengimbau warga PSHT dari luar Tulungagung seperti Trenggalek, Blitar dan Kediri agar tidak memasuki wilayah Tulungagung, karena pengesahan serupa juga dilaksanakan di daerah masing-masing.
Langkah preventif ini merupakan bentuk sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah guna menjaga ketertiban, kelancaran dan keamanan selama prosesi pengesahan berlangsung. (Red).













