Camat Tugu, Hari Andiko, yang turut hadir dalam Musrenbangdes, juga memberikan apresiasi terhadap sinergi ini. “Desa Tegaren bisa menjadi contoh bagaimana pembangunan Desa tidak hanya menjadi urusan pemerintah Desa, tetapi juga melibatkan TNI, tokoh masyarakat, hingga kelompok pemuda. Inilah semangat gotong-royong yang harus terus dijaga,” tegasnya.
Dengan berakhirnya Musrenbangdes Tegaren 2026, masyarakat setempat menaruh harapan besar pada realisasi program yang telah disepakati. Sinergi antara pemerintah Desa, masyarakat, dan Babinsa diyakini mampu melahirkan pembangunan yang tidak hanya fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi. Komitmen ini menjadi bukti bahwa membangun Desa berarti membangun fondasi bangsa, di mana TNI AD selalu berada di garis depan untuk bersama rakyat. (Red).













