Pelabuhan Roro Dumai diduga menjadi titik transit utama dalam jaringan penyelundupan narkotika dari Pulau Rupat (Kabupaten Bengkalis) menuju wilayah daratan Sumatera. Modus yang digunakan jaringan ini terbilang rapi, memanfaatkan jalur laut dan transportasi umum guna menghindari deteksi aparat.
Menurut hasil penyelidikan awal, kedua tersangka mengaku tergiur imbalan besar dari jaringan pengendali. Dugaan kuat, jaringan ini dikendalikan oleh pihak lain yang saat ini masih dalam pengembangan penyelidikan oleh aparat gabungan.
Saat hendak dilakukan penangkapan, pelaku mencoba melarikan diri dengan memacu kendaraan mereka, namun upaya tersebut gagal setelah mobil yang digunakan tersangkut di pembatas jalan area pelabuhan. Tim gabungan dengan sigap melakukan penyergapan dan mengamankan barang bukti berikut kedua pelaku.













