Sejak pertama kali dicanangkan pada tahun 2018, inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) ini telah menjangkau lebih dari 700 mahasiswa, menciptakan dampak berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi daerah melalui pendidikan berkualitas.
Melalui keterangannya, Selasa (3/2), Senior Manager Subsurface Development & Planning PHM, Susan Syahdina, menjelaskan bahwa, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, yakni pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata. Langkah ini juga didukung penuh oleh SKK Migas sebagai wujud nyata kontribusi industri hulu migas terhadap pembangunan daerah.
Dengan memberikan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah, PHM berharap dapat mencetak agen perubahan yang mampu berkontribusi pada kemajuan ekonomi lokal dan nasional.










