Melalui peta jalan nol emisi, Sinar Mas Agribusiness and Food berfokus pada empat pilar: komitmen untuk tidak melakukan deforestasi, merehabilitasi lahan gambut yang terdegradasi, mengelola metana dari pabrik pengolahan CPO, dan beralih ke energi terbarukan dengan mengganti penggunaan batubara dengan biomassa. Jesslyne juga mencontohkan program pencampuran bahan bakar B35 di Indonesia, yang melalui penggunaan 12 juta ton biodiesel telah mampu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 30 juta ton dan menghemat devisa sebesar Rp160 triliun dari pengurangan impor bahan bakar fosil.
Kelapa sawit sendiri merupakan tanaman penghasil minyak nabati paling produktif dan efisien. “Saat Indonesia mencoba tingkat pencampuran biodiesel yang lebih tinggi, kami dari sektor industri siap mendukungnya lewat solusi pasokan yang berkelanjutan,” tegas Jesslyne. Hal ini dilakukan melalui budidaya berbasis pendekatan sirkular, peremajaan tanaman, serta pendampingan melekat atau inclusive closed loop—yang mempertemukan pekebun, perusahaan pembeli sebagai pendamping, koperasi, serta dukungan skema keuangan.











