“Pelaksanaan penanganan pasca force down membutuhkan respons cepat, koordinasi yang tepat, serta kerja sama lintas unsur yang solid. Melalui latihan ini diharapkan seluruh personel mampu memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga setiap tindakan dapat dilaksanakan secara profesional dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Latihan Kesiagaan II Kodau II Sikatan Daya 2026 menjadi sarana untuk menguji efektivitas sistem komando dan kendali, pola koordinasi antarinstansi, serta kemampuan respons di lapangan terhadap berbagai kemungkinan ancaman pelanggaran wilayah udara.
Melalui latihan ini, Lanud Sultan Hasanuddin terus memperkuat profesionalisme, interoperabilitas, dan kesiapan operasional sebagai salah satu pangkalan strategis TNI Angkatan Udara di wilayah timur Indonesia dalam mendukung tugas menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia.













