“Menjaga keamanan tidak bisa hanya dilakukan oleh Polri, tapi juga peran stakeholder serta seluruh pihak dari tingkat RT, RW, Desa, Kecamatan hingga Kabupaten melalui tiga pilar yakni, TNI, Polri dan Pemerintah” tegasnya.
Sementara, Bupati Demak, Eisti’anah mengungkapkan bahwa, dialog harus diutamakan untuk menjaga stabilitas daerah. Ia juga menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam setiap pengambilan kebijakan publik agar tidak memicu demonstrasi yang berujung pada tindakan anarkis.
“Stabilitas keamanan adalah fondasi utama pembangunan daerah. Tanpa situasi yang aman, roda ekonomi, pendidikan dan pelayanan publik tidak akan berjalan optimal,” ungkap Bupati Eisti’anah.
Mengingat kondisi nasional yang sedang bergejolak, Bupati mengajak seluruh pihak, mulai dari Forkopimda, TNI-Polri, perangkat desa dan kecamatan, hingga tokoh masyarakat, untuk bersinergi menjaga keamanan wilayah.












