Pihaknya meminta pedagang minyak goreng dan minyak curah untuk segera menjual dengan harga yang sudah ditetapkan. Terkait stok lama yang sudah terlanjur dibeli, Pemkot Cimahi berjanji akan membantu pedagang agar bisa ditukar dengan stok harga baru yang ada di distributor.
“Terkait stok yang sudah dibeli kami akan bantu return kepada distributor untuk supaya harga minyak goreng sesuai HET,” sebutnya.
Julius (50), salah seorang agen di Kota Cimahi, dirinya hingga saat ini masih menjual minyak curah jauh di atas HET. Pasalnya, ia belum mendapat pasokan minyak dengan harga yang sudah ditetapkan Kementerian Perdagangan.
“Saya masih ada sisa stok sekitar 3-4 ton lagi. Dijualnya masih mahal, karena dulu pas belanja harganya masih mahal,” ujarnya.
Julius mengaku sejak adanya harga minyak goreng murah, nyaris setiap hari masyarakat menanyakan harga terbaru. “Tiap hari banyak yang nanyain nya harga murah, sampai saya pusing. Tapi kan saya kalau jual sesuai harga terbaru malah rugi,” tandasnya.













