Ironisnya, dia mengemukakan, masih banyak warga miskin yang layak mendapatkan bantuan terlewati dengan alasan tidak terdata atau terdaftar sebagai penerima manfaat.
Disebutkan legislator yang akrab disapa Abah Deka itu, warga terpaksa menjual barang-barang yang ada sementara ini. Itu pun harganya relatif murah, karena tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
“Semoga saja dengan menurunnya kasus warga terkonfirmasi Covid, pemulihan perekonomian masyarakat bisa segera dilakukan,” ujar Abah Deka.
Abah Deka menvisualisasikan dari perubahan anggaran bisa memenuhi kekurangan tersebut. Orientasinya untuk menanggulangi permasalahan perekonomian masyarakat. Itu sudah merupakan prioritas dari pemerintah untuk segera ditindaklanjuti. ***













