“Dengan adanya tahapan ujian tulis, ujian praktekdan wawancara, kita bisa menilai secara menyeluruh kemampuan calon perangkat Desa,” imbuhnya.
Ujian tulis dirancang untuk menguji pengetahuan calon peserta mengenai administrasi Desa, regulasi keuangan dan kebijakan pemerintahan Desa. Sementara itu, ujian praktek difokuskan pada kemampuan teknis dan praktis dalam pengelolaan keuangan Desa. Tahap akhir berupa wawancara bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan komunikasi, pemecahan masalah, dan komitmen para calon terhadap tugas-tugas mereka di Desa.
Kehadiran Sertu Budi sebagai pendamping dalam seleksi, ini menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung pemerintahan desa dan memastikan proses seleksi berjalan dengan transparan dan akuntabel. “Kami berharap, dengan pendampingan ini, seleksi dapat berjalan lancar dan menghasilkan perangkat desa yang berkualitas,” tambah Sertu Budi.













