
Ia juga menekankan pentingnya koodinasi, kolaborasi dan konsistensi guru, orang tua dan seluruh warga sekolah dalam mengawal berbagai kegiatan agar berjalan optimal dan berdampak nyata terhadap pembentukan karakter siswa.
Berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama Pesantren Ramadan antara lain tadarus Al-Qur’an, kultum (kuliah tujuh menit), praktik ibadah, pembelajaran fiqih dasar, gerakan infaq dan sedekah, serta pembinaan adab dan akhlak. Untuk siswa non-muslim, sekolah juga menyelenggarakan kegiatan pembinaan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing.
Kadisdik berharap, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kecerdasan spiritual, tetapi juga membentuk generasi yang religius, berintegritas dan berprestasi.
Dengan dimulainya Pesantren Ramadan secara serentak, Disdik Kapuas berkomitmen mendorong pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam fondasi moral dan spiritual yang sejalan dengan Visi Kapuas Bersinar (Berdaya Saing, Sejahtera, Indah, Aman dan Religius).











