*Kembali ke Fitrah, Kembali ke Jatidiri*
Fitrah, kata yang begitu sering kita dengar di hari kemenangan ini. Ia diucapkan dalam do’a, diselipkan dalam ucapan selamat dan dijadikan makna utama dari hari suci ini. Tetapi, apakah kita benar-benar memahami apa artinya kembali ke fitrah? Apakah setelah sebulan ditempa oleh puasa, do’a dan perenungan, kita sungguh-sungguh kembali kepada kemurnian diri?
Fitrah bukan sekadar keadaan tanpa dosa. Ia lebih dari itu. Ia adalah kembali kepada hakikat manusia yang sejati, jiwa yang jernih dari kesombongan, hati yang lapang dalam memaafkan, serta nurani yang dipenuhi cinta dan kasih sayang. Idul Fitri bukan hanya tentang kembali kepada keadaan suci, tetapi tentang keberanian untuk menata ulang jiwa, merawat kesadaran bahwa hidup ini lebih dari sekadar rutinitas duniawi.













