Persiapan matang untuk melaksanakan PTM 100 persen terlihat di sekolah ini. Terdapat lima termogram dan wastafel.
Kursi-kursi yang tersedia di taman pun dijaga jaraknya dengan tanda silang. Di sekolah ini juga terdapat sudut untuk siswa melakukan vaksinasi.
Begitupun di kantinnya. Hanya ada satu kantin yang aktif agar tidak terjadi kerumunan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra menjelaskan, PTM 100 persen ini bukan berarti seluruh siswa masuk dalam waktu bersamaan seperti sebelum masa Covid-19.
Namun, ada protokol kesehatan berupa sistem shifting. Sehingga tidak terjadi hiruk pikuk di lingkungan sekolah
“Seperti sekarang ini, kan tidak hiruk pikuk ya. Jadi, kita bisa kendalikan penyebaran virus dengan sistem shifting. Namun, perlu dikondisikan juga untuk para guru supaya tidak terlalu lelah dengan jadwal mengajar yang sekarang,” ucap Cucu.











